Laki-laki itu (part 2)
*kata sapa dan nasihat pertama
Malam itu, selepas seharian menghabiskan "me time" di salah satu departemen store, ingin segera ak terjun bebas ke atas singgasana tidurku, sebelum tiba2 ada sms masuk dari nomor yang tidak aku kenal.
" lain kali, kalo lagi di tempat umum... jangan nangis sendirian, nanti yang liat bingung harus ngapain"
Seketika rasa kantuk dan letihku hilang. Aku dengan sigap terduduk lagi. Kenapa orang ini tau kalau tadi di toko buku,aku sempat terisak karena mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
Ya... aku widya,dan aku merasakan apa itu namanya "gagal nikah"
Kalau cuma putus sih hati masih bs maklum, secara yang di PHP-in cuma hati aku,hatiku. Tp ini... dia datang membawa ribuan cerita dongeng, yang bukan hanya untukku...tapi juga untuk keluargaku.
Dan ketika cerita dongeng itu selesai tanpa statement "they live happily ever after", kekecawaan pasti bkn hny untukku. Tp jg untuk keluargaku. Dan akhirnya, aku harus membangun lagi kekuatan untuk hati yang tengah rapuh, itulah kadang yang membuatku masih suka menangis di sembarang tempat.
Lupakan masalah ini, kita kembali ke pokok bahasan utama. Sms misterius,dari sosok yang juga misterius. Aku cb menghubungi nmr itu,tp nihil. Tidak ada yang mengangkat. Tiba-tiba, terdengar suara message masuk (lagi)
"Kamu pasti mau tau siapa saya kan? Nama sy reza. Kamu tau saya kok, tadi waktu di deretan buku politik, kita smpet tertarik dengan buku yang sama, dan kamu sempet kasih saya senyum kecil. Setelah itu, kamu pergi gitu aja. Cuma sy ga sengaja liat kamu nangis,pas kamu berdiri di deretan novel novel romance."
Aku mencoba mengingat, aku memang sempat tersenyum kepada salah satu pengunjung toko buku siang itu,yang secara tdk sngaja mnyukai salah satu buku politik yang kusuka juga.
segera kubalas message tadi,
"Oia saya ingat, tapi kan saya cuma ngasih senyum. Bukan ngasih nomer hp. Emang waktu saya senyum, dari senyuman saya keluar nomer hp?"
Handphoneku berderit lagi,
"Hahaha...kamu itu pelupa ya? Cb td kamu ingat, dimana km sempat tuliskan nomer hp km. Sy jg ad di lokasi yang sm dengan kamu saat itu. 1 lagi pelajaran buat kamu, next time kalo di tempat umum,jangan sembarangan ksh nomer hp beneran sm SPG.untung sy org baik, nggak niat nipu kamu"
Kubaca... dan kuingat lagi. Hahahaha😂, ternyata dari survey SPG salah satu produk sabun. Tadi memang sedang ada promosi produk itu.aku wanita. Dan wanita memang tidak bs melihat kata "diskon". Sesaat setelah membeli, mereka (SPG) memang meminta data diriku, termasuk nomor handphoneku,karena aku pikir sekedar untuk arsip.
Tapi aku tak pernah menyangka,dari senyuman kecil itu dari promosi produk itu, dari nomor yang tertera di arsip mereka,dan dari kata sapa dan nasihat pertama, tangan2 Tuhan akan menggerakan 2 insan yang tak saling mengenal, untuk merangkai sebuah cerita yang kebanyakan orang bilang itu... cinta😊
*to be continue
Bahagia selalu ya bu
BalasHapus