entah ini apa judulnya...

sebagai seorang wanita, ga salah kalo aku berharap mendapatakan seorang pendamping terbaik dalam hidup aku…
aku memang masih belum bisa melepaskan diri untuk menjaudh dari hubungan- hubungan tidak halal sebelum pernikahan. tapi, semoga Allah bantu niatan aku untuk lepas dari hal tersebut. karena, saat ini aku tengah memulainya…
aku punya seorang teman dekat laki- laki. kita kasih inisial mr.I. dia temen aku dari sma. kurang lebih, 4 tahun ini aku kenal baik dengan dia. dengan keluarganya.
oke… tolong di garis bawahi. dengan keluarganya. keluarganya mr.I. tapi kalo mr. i ke keluarga aku, dia sama sekali belum mengenal apa- apa. bukan tanpa alasan, aku tumbuh dengan perbedaan nyata yang dibuat oleh kedua orang tua- ku. makanya aku tau, apa jadinya kalau sampai aku harus ngenalin mereka sama keluargaku…
sampai akhirnya, pertengahan tahun 2014 ini, aku putusin untuk ngenalin dia sama keluarga. awalnya, aku ngucap syukur banget… saat aku liat, mama welcome dan menerima dia dengan baik. tapi, selang beberapa waktu setelah mama nggak lagi ketemu dia, mama  bilang ke salah satu tante aku  “itu si wiwit, masa cari calon nggak setara banget. mau jadi apa itu keluarganya?” 
entah apa yang ada di pikiran orang tua jaman sekarang. atau… masih ada unsur ke- kolot- an dalam pemikiran keluargaku?
tapi, apa daya aku? aku nggak bisa melawan ke-diktator-an orang tua. mereka selalu punya kata- kata pamungkas atas statement yang mereka buat. dan ke-diktator-an itu hanya berlaku untuk aku, HANYA untuk aku, dari 4 bersaudara.
pada akhirnya, aku haru bisa melepaskan orang ini. menghindar perlahan. mencoba memperlihatkan kejujuran walaupun sangat menyakitkan.
tapi… seperti penggalan lagu dari sammy simorangkir ini
“maafkan kejujuranku, walau menyakitkan, dan mungkin takan bisa, kulupakan hingga akhir nanti. kulepaskan cinta ini, kurela berkorban tak mengapa, namun kau harus bahagia…”
mr.I berhak bahagia. dia ga berhak di- cemooh oleh siapapun, termasuk keluarga aku. karena aku yakin ” ga ada manusia yang berhak menilai manusia. yang berhak cuma ALLAH” 
sakit emang… tapi jauh lebih sakit melihat dia direndahkan…yaa.. aku dan dia, sama- sama harus bahagia. dengan jalan kita masing- masing…

“when life is sweet… say thank you and celebrate…
and when life is bitter, say thank you and grow :)”


Komentar

Postingan Populer